Penyakit-penyakit yang Ditularkan Melalui Tikus

Ciri-Ciri Uang Rupiah Asli Pecahan 100000 dengan Ultraviolet
Ciri – Ciri Uang Rupiah Asli Pecahan 100000 dengan Ultraviolet
August 26, 2016
Keunggulan Fingerprint Absensi Tissor
September 5, 2016
Show all

Penyakit-penyakit yang Ditularkan Melalui Tikus

Tikus adalah binatang mamalia yang sering kita jumpai di sekitar kita. Hewan mengerat ini identik dengan lingkungan kotor dan penyakit. Keberadaan tikus juga sangat amat mengganggu sekitar karena hewan ini menularkan berbagai macam penyakit dan bisa mematikan. Tikus menularkan penyakit dengan berbagai cara, bisa melalui urinnya, melalui gigitannya bahkan bisa melalui kuku yang menempel di tubuhnya. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh tikus:

  1. Leptospirosis

Penyakit ini lebih dikenal dengan nama penyakit kencing tikus. Penyebabnya adalah bakteri leptospira. Bakteri leptospira menyebabkan penyakit leptospirosis terutama pada tikus, cecurut, anjing, kucing, maupun hewan ternak seperti kambing, sapi dan kuda. Akan tetapi penyakit ini juga dapat menular ke manusia. Cara penularannya melalui kencing hewan yang terkena penyakit, masuk ke dalam genangan air yang ada di lingkungan sekitar, dan jika terdapat luka di kaki atau tangan kita, sedangkan kondisi tubuh kita sedang tidak fit, maka kita bakteri tersebut akan masuk ke dalam tubuh kita dan kita akan tertular penyakit ini.

Gejala atau ciri-ciri jika terkena penyakit ini biasanya timbul seperti demam tinggi, pusing-pusing, mengigil, kejang otot, muntah, mata merah, sakit pada otot perut, diare serta ruam kulit. Jika tidak ditangani bisa menimbulkan kerusakan ginjal, meningitis, kegagalan fungsi hati serta gangguan pernapasan.

  1. Murine thypus

Murine thypus aalah jenis penyakit yang jarang dikenal oleh masyarakat luas. Penyakit ini disebut juga Tipus Endemik. Penyebabnya yaitu bakteri Rickettsia typhi yang ditularkan melakui kotoran kuku pada tikus yang kemudian masuk ke dalam luka gigitan kutu atau luka lain yang ada di kulit kita. Kutu dari tikus yang sudah terinspirasi virus ini bisa ditemukan sepanjang tahun di lingkungan tropis yang lembab seperti kondisi di Indonesia.

Gejala atau ciri-ciri jika terkena penyakit ini antara lain demam dan nyeri otot biasanya disertai ruam atau bintik kemerahan. Tipus ini jarang menimbulkan kematian tetapi mengganggu kesehatan manusia.

  1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

HPS ialah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh tikus yang terinfeksi melalui air seni, tinja atau air liur mereka. Penderita akan menjadi terinfeksi terutama oleh karena menghirup udara yang terinfeksi dengan hantavirus yang mengandung urin dan kotoran tikus. Karena pilihan pengobatan terbatas, perlindungan terbaik terhadap hantavirus pulmonary syndrome adalah untuk menghindari tikus dan habitatnya.HPS dapat tertular saat menghirup udara yang sudah tercemar hantavirus penyebab HPS.

Gejala atau ciri ciri terkena HPS antar lain telapak tangan berkeringat, demam, kencing berbusa dan bisa menyebabkan sulit bernafas sehingga menyebabkan kematian.

  1. PES

Penyakit pes merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, sering dibawa oleh hewan pengerat (tikus-red) dan kutu. Pada abad pertengahan, jutaan orang di seluruh Eropa meninggal karena wabah yang diakibatkan oleh kutu tikus yang banyak terdapat di rumah-rumah dan perkantoran. Di negara-negara Asia Tenggara kutu carrier plague (pes) adalah Xenophylla astia. Penyakit ini menular lewat gigitan kutu tikus, gigitan/cakaran binatang yang terinfeksi plague, dan kontak dengan tubuh binatang yang terinfeksi.

Gejala yang dialami oleh penderita antara lain demam tinggi dan nyeri pada lipat paha atau ketiak. Pada penderita yang sudah parah dapat pula mengalami gangguan pernafasan hingga menimbulkan kematian.

  1. Rat-bite fever (RBF)

Penyakit ini disebabkan bakteri Streptobacillus Moniliformis yang ditularkan melalu gigitan atau cakaran tikus. RBF juga bisa menular karena konsumsi akanan yang sudah tercemar kotoran tikus. Gejala klinis penyakit ini berupa suatu serangan yang mendadak berupa demam dan menggigigil, sakit kepala dan nyeri otot dalam kurun waktu 1-3 hari diikuti dengan ruam makulopapuler yang umumnya tampak jelas pada anggota badan. Ruam ini dapat pula berbentuk petechial, purpuric atau pustular. Satu atau lebih persendian besar kemudianmenjadi bengkak, merah dan sakit. Biasanya ada riwayat gigitan tikus, dalam 10 hari sembuh secara normal.

Tentunya sekarang kita sadar bahwa pentingnya menjaga kebersihan rumah agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. Perilaku hidup bersih sangat diperlukan agar terhindarnya penyakit yang ditimbulkan oleh tikus, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, merawat luka dengan baik, menutup makanan agar tidak terkena kotoran tikus, membuang sampah pada tempatnya dan lain sebagainya. Itulah beberapa cara praktis dan sederhana agar terhindar dari penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh tikus.